Rabu, 03 April 2013

cost-volume -profit analysis ; a managerial planning tools

hai..
di postingan ke enam kali ini saya akan membagikan makalah tentang COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS : A MANAGERIAL PLANNING TOOLS ( analisis biaya volume laba ) dengan menggunakn buku refrensi dari   Hansen, Don R & Maryanne M. Mowen.Akuntansi Manajerial, edisi 8. Jakarta:Salemba.2009.
Postingan ini saya copy dari blog lain kemudian saya edit dengan menambahkan contoh soal di dalamnya.
semoga bisa banyak membantu teman-teman.
mari belajar :)



ANALISIS BIAYA VOLUME LABA

BAB I
PENDAHULUAN
Analisis biaya volume laba (cost volume profit analysis – CVP analysis) merupakan suatu alat yang sangat berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan. Karena analisis biaya volume laba (CVP) menekankan keterkaitan antara biaya, kuantitas yang terjual, dan harga, semua informasi keuangan perusahaan terkandung di dalamnya. Analisis cvp dapat menjadi suatu alat yang bermanfaat untuk mengidentifikasi cakupan dan besarnya kesulitan ekonomi yang dihadapi suatu divisi dan membantu mencari pemecahannya.
Analisis CVP juga dapat mengatasi banyak isu lainnya seperti jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas, dampak pengurangan biaya tetap terhadap titik impas, dan dampak kenaikan harga terhadap laba. Selain itu analisis CVP memungkinkan para manajer untuk melakukan analisis sensitivitas dengan menguji dampak dari berbagai tingkat harga atau biaya terhadap laba.
Meskipun bab ini berkaitan dengan mekanika dan terminology analisis CVP, kita harus ingat bahwa analisis CVP merupakan suatu bagian integral dari perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan. Setiap akuntan dan manajer harus mengenal seluruh konsep-konsepnya, bukan hanya mekanikanya.












        BAB II
PEMBAHASAN
A.    TITIK IMPAS DALAM UNIT
Ketertarikan untuk mengetahui pendapatan, beban, dan laba berprilaku ketika volume berubah adalah sesuatu yang lazim untuk memulai dengan menentukan titik impas perusahaan dalam jumlah unit yang terjual. Titik impas  (break-even point) adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol. Untuk pendapatan sama dengan total biaya, kita focus pada laba operasi. Pertama, kita akan membahas cara menentukan titik impas, kemudian melihat bagaimana pendekatan kita dapat dikembangkan untuk menentukan jumlah unit yang harus dijual guna menghasilkan laba yang ditargetkan.
Penggunaan Laba Operasi Dalam Analisis CVP
Laporan laba rugi merupakan suatu alat yang berguna untuk mengorganisasikan biaya – biaya perusahaan dalam kategori tetap dan variable. laporan laba rugi dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut.
Laba operasi = Pendapatan penjualan – Beban variable –Beban tetap

Perhatikan bahwa kita menggunakan istilah laba operasi untuk menunjukkan penghasilan atau laba sebelum pajak penghasilan. Laba operasi (operating income) hanya mencakup pendapatan dan beban dari operasional normal perusahaan. Laba bersih (net income) adalah laba operasi dikurangi pajak penghasilan.
Setelah menghitung jumlah unit yang terjual, kita dapat mengembangkan persamaan laba operasi dengan menyatakan pendapatan penjualan dan beban variable dalam jumlah unit dolar dan jumlah unit. Secara lebih spesifik, pendapatan penjualan dinyatakan sebagai harga jual per unit dikali jumlah unit yang terjual. Dengan demikian, persamaan laba operasi menjadi :
Laba operasi = (Harga x Jumlah unit terjual) – (Biaya Variabel per unit
x jumlah unit terjual ) – Total biaya tetap

Contoh Perusahaan Whittier Company menyusun laporan Laba / Rugi berikut.
           
Penjualan ( 1.000 unit @ $400)                                  $ 400.000
            Dikurangi: Beban Variabel                                            325.000
            Margin Kontribusi                                                       $   75.000
            Dikurangi:Beban Tetap                                                    45.000
                        Laba Operasi                                                   $   30.000


Dapat di lihat bahwa harga per unit mesin pemotong rumput di Whittier Company adalah $400 dan biaya variabel per unit adalah $325 ( $ 325.000/1.000unit). Biaya tetap adalah $45.000. Jadi, persamaan laba operasi pada titik impas adalah sebagai berikut.

                                    0   = ($400 x unit ) – ($325 x unit) - $ 45.000
                                    0   = ($75 x unit) - $45.000
                        $75 x unit = $45.000
                                  Unit = 600

Pembuktian:
            Penjualan ( 600 unit @ $400)                                     $ 240.000
            Dikurangi: Beban Variabel                                            195.000
            Margin Kontribusi                                                       $   45.000
            Dikurangi:Beban Tetap                                                    45.000
                        Laba Operasi                                                   $            0

Jalan pintas untuk Menghitung Unit Impas
Kita dapat menghitung unti impas lebih cepat dengan berfokus pada margin kontribusi. Margin kontribusi  (contribution margin) adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya variable. pada impas, margin kontribusi sama dengan beban tetap.
Jika kita mengganti margin kontribusi per unit untuk harga dikurangi biaya variable per unit pada persamaan laba operasi dan memperoleh jumlah unit, maka kita akan mendapatkan persamaan dasar impas berikut :
                        Jumlah unit = Biaya tetap/Margin kontribusi per unit

Contoh Jalan piintas menghitung unit impas
Cara pertama :
Dengan membagi total margin kontribusi dengan unit yang terjual.
$ 75.000/1.000 = $75
$ 75.000 di dapat dari ($400.000- $325.000) atau penjualan di kurangi beban variabe
Cara kedua :
Dengan menghitung harga dikurangi biaya variabel per unit.
      $ 400 - $325 = $ 75
Maka dapat digunakan persamaan dasar impas berikut.
Jumlah unit      = $45.000/($400 - $325)
                        = $45.000/$75
                  = 600 unit

Penjualan dalam Unit yang Diperlukan untuk Mencapai Target Laba
Meskipun titik impas merupakan informasi yang berguna, sebagian besar perusahaan ingin memperoleh laba operasi lebih besar daripada nol. Analisis CVP menyediakan suatu cara menentukan jumlah unityang harus dijual untuk menghasilkan target laba tertentu.

Contoh Target laba dalam jumlah dolar
Sebagai contoh Whittier Company ingin memperoleh laba operasi sebesar $ 60.000. Jadi unit yang diperlukan untuk mendapat laba sebesar itu dapat di simak dalam laporan laba / rugi berikut.

      $ 60.000                      = ($400 x unit) – ( $325 x unit) - $45.000
      $ 60.000 + $ 45.000    = $ 75 x unit
      Unit                             = $ 105.000 / $75
      Unit                             = 1.400

Contoh Laba Dalam presentase dari pendapatan penjualan
Jika Wheittier Company ingin mengetahui jumlah mesin pemotong rumput yang harus di jual untuk menghasilkan laba yang sama dengan 15 persen dari pendapatan penjualan maka laporan laba / rugi yang diperoleh.

      0,15 ($400) (unit)        = (4400 x unit) – ($325 x unit) - $45.000
                  $60 x unit        = ($400 x unit) – ($325 x unit) - $45.000
                  $60 x unit        = ($75 x unit) - $45.000
                  $15 x unit        = $45.000
                            Unit       = 3.000

Contoh laba setelah pajak
Jika tarif pajak 35%, maka Whittier Company harus menghasilkan laba operasi $ 75.000. dengan data ini dapat menghitung jumlah unit yang dijual.
      Unit     =          ($ 45.000 + $ 75.000)/$75
      Unit     =          $120.000/ $75
      Unit     =          1.600







Laba / Rugi dengan unit 1.600
            Penjualan ( 1.600 unit @ $400)                                  $ 640.000
            Dikurangi: Beban Variabel                                            520.000
            Margin Kontribusi                                                       $ 120.000
            Dikurangi:Beban Tetap                                                    45.000
            Laba Operasi                                                               $   75.000
            Dikurangi: Pajak penghasilan (tarif pajak 35%)               26.250
                        Laba Bersih                                                     $   48.750
      Pembuktian:
$ 48.750          = laba operasi – (0,35 x laba operasi)
      $ 48.750          = 0,65 (laba operasi)
      $ 75.000          = laba operasi

B.     TITIK IMPAS DALAM DOLAR PENJUALAN
Pada beberapa kasus yang menggunakan analisis CVP, manajer mungkin lebih suka menggunakan pendapatan penjualan sebagai ukuran aktivitas penjualan daripada unit yang terjual. Suatu ukuran unit yang terjual dapat dikonversikan menjadi suatu ukuran pendapatan penjualan hanya dengan mengalikan harga jual per unit dengan unit yang terjual.
Rasio biaya variable (variable cost ratio) sebesar 60 % pada contoh ini merupakan bagian dari setiap dolar penjualan yang harus digunakan untuk menutup biaya variable. Rasio biaya variable dapat dihitung dengan menggunakan data total maupun data per unit. Tentu saja, persentase dari dolar penjualan yang tersisa setelah biaya variable tertutupi merupakan rasio margin kontribusi. Rasio margin kontribusi(contribution margin ratio) adalah bagian dari setiap dolar penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.

Berikut adalah laporan laba rugi berdasarkan perhitungan biaya variabel Whittier Company untuk 1.000 mesin pemotong rumput.

                                                                  Dolar                           Presentasi Penjualan
Penjualan                                                   $ 400.000                    100,00 %
Dikurangi: Biaya Variabel                                       325.000                      81,25 %
Margin Kontribusi                                     $   75.000                      18.75 %
Dikurangi: Biaya Tetap                                  45.000
      Laba Operasi                                       $   30.000


Cara untuk mencari pendapatan penjualan untuk memperoleh titik impas sebagai berikut.
Langkah pertama:
Menghitung Rasio Biaya Variabel            = Biaya Variabel / Penjualan
= $325.000/$400.000
                                                      = 0,8125
Menghitung Margin Kontribusi    = 1- Rasio Biaya Variabel atau margin Kontribusi / penjualan
                                                      = 1 – 0,8125
= 0,1875


Laba operasi                = Penjualan  - Biaya Variabel – Biaya Tetap
0                    = Penjualan – (rasio biaya variabel x penjualan) – Biaya tetap
0                    = Penjualan ( 1 – Rasio Biaya variabel) – Biaya Tetap
0                    = Penjualan (1 – 0,8125) - $45.000
Penjualan (0,1875       = $ 45.000
            Penjualan                     = $240.000

Dapat disimpulkan, bahwa untuk mencapai titik impas. Perusahaan harus mendapat pendapatan penjualan sebesar $ 240.000

Target Laba dan Pendapatan Penjualan
Secara umum dengan asumsi biaya tetap tidak berubah, rasio margin kontribusi dapat digunakan untuk mengetahui dampak terhadap laba atas perubahan pendapatan penjualan. Untuk memperoleh total perubahan dalam laba yang diakibatkan oleh perubahan pendapatan, kalikan rasio margin kontribusi dengan perubahan dalam penjualan.

Apabila di tambahkan target laba operasi sebesar $60.000 pada biaya tetap $45.000 dengan membagi rasio margin kontribusinya. Maka pendapatan penjualan Whittier Company adalah sebagai berikut.

            Penjualan         = ($45.000 + $ 60.000) / 0,1875
                                    = $ 105.000 / 0,1875
                                    = $ 560.000

Secara teori Rasio Margin Kontribusi dapat digunakan untuk mengetahui dampak terhadap laba atas perubahan pendapatan penjualan. Jika pendapatan penjualan diturunkan misal sebesar $20.000 maka akan mengakibatkan penurunan laba sebesar $3.750 di dapat dari 0,1875 x $20.000.

Membandingkan Kedua Pendekatan
Untuk pengaturan produk tunggal, pengubahan titik impas dalam unit menjadi impas dalam pendapatan penjualan hanya merupakan masalah pengalian harga jual per unit dengan unit yang terjual
C.     ANALISIS MULTIPRODUK
Analisis biaya volume laba cukup mudah diterapkan dalam pengaturan produk tunggal. Namun, kebanyakan perusahaan memproduksi dan menjual sejumlah produk atau jasa. Meskipun kompleksiyas konseptual dari analisis CVP lebih tinggi dalam situasi multiproduk, pengoperasiannya tidak berbeda jauh.
Beban tetap langsung  (direct fixed expenses) adalah biaya tetap yang dapat ditelusuri ke setiap produk dan akan hilang jika produk tersebut tidak ada.
Beban tetap umum  adalah biaya tetap yang tidak dapat ditelusuri ke produk dan akan tetap muncul meskipun salah satu produk ditelusuri.

ANALISIS MULTIPRODUK
                                                                        Mesin                          Mesin                   Total
                                                                          Manual                    Otomatis          
Penjualan                                                         $ 480.000                   $640.000          $1.120.000
Dikurangi: Beban Variabel                             390.000                       480.000               870.000
Margin Kontribusi                                             90.000                       160.000               250.000
Dikurangi: Beban Tetap langsung                     30.000                         40.000                 70.000
Margin Produk                                                  60.000                       120.000               180.000
Dikurangi: Beban tetap umum                                                                                          26.250
            Laba Operasi                                                                                                       153.750



Titik Impas Dalam Unit
Pengalokasian biaya tetap umum ke setiap lini produk sebelum menghitung titik impas dapat mengatasi kesulitan ini. Permasalahan dalam pendekatan ini adalah alokasi biaya tetap umum bersifat acak. Jadi, tidak ada volume impas yang tampak secara langsung.
Bauran penjualan (sales mix) adalah kombinasi relative dari berbagai produk yang dijual perusahaan.
Penentuan bauran penjualan, bauran penjualan dapat diukur dalam unit yang terjual atau bagian dari pendapatan.
Bauran penjualan dan analisis CVP,  penentuan bauran penjualan terutama memungkinkan kita untuk mengonversi masalah multiprodduk kedalam format CVP produk tunggal
Pendekatan Dolar Penjualan
Titik impas dalam dolar penjualan secara implicit menggunakan asumsi bauran penjualan, tetapi mengabaikan persyaratan penghitungan margin kontribusi per paket. Tidak ada pengetahuan terhadap data produk individual yang diperlukan. Upaya perhitungannya mirip dengan yang digunakan dalam pengaturan produk tunggal. Selain itu, jawabannya masih dinyatakan dalam pendapatan penjualan. Tidak seperti titik impas dalam unit, jawaban atas pertanyaan CVP yang menggunakan dolar penjualan tetap dinyatakan dalam ukuran ikhtisar tunggal. Namun pendekatan pendapatan penjualan mengorbankan informasi yang berkaitan dengan kinerja tiap – tiap produk.
D.     REPRESENTASI GRAFIS DARI HUBUNGAN CVP
Untuk memahami hubungan CVP lebih mendalam, dapat dilakukan melalui penggambaran secara visual. Penyajian secara grafis dapat membantu para manajer melihat perbedaan  antara biaya variable dan pendapatan. Hal itu juga dapat membantu mereka memahami dampak kenaikan atau penurunan penjualan terhadap titik impas dengan cepat. Dua grafik dasar yang penting,grafik laba volume dan grafik biaya volume laba, yang akan dijelaskan sebagai berikut :
Grafik Laba Volume
Grafik laba volume (profit volume grafh) menggambarkan hubungan antara laba dan volume penjualan secara visual. Grafik laba volume merupakan grafik dari persamaan laba operasi [laba operasi = (harga x unit) – (biaya variable per unit x unit) – biaya tetap]. Dalam grafik ini, laba operasi merupakan variable terikat dan unit merupakan variable bebas. Nilai variable bebas biasanya diukur pada sumbu horizontal dan nilai variable terikat pada sumbu vertical.
Contoh pada Tyson Company yang memproduksi suatu produk tunggal dengan data biaya dan harga sebagai berikut.

Total biaya tetap                     $ 100
Biaya Variabel per unit                  5
Harga Jual per unit                       10

Perhitungan laba operasi.
 Laba operasi   = ($10 x unit) – ($5 x unit) - $100
                        = ($5 x unit) - $100                                        



Grafik Biaya Volume Laba
Grafik biaya volume laba (cost volume profit graph) menggambarkan hubungan antara biaya, volume dan laba. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih terperinci, perlu dibuat grafik dengan dua garis terpisah : garis total pendapatan dan garis total biaya. Tiap – tiap garis ini mempunyai dua persamaan berikut :
                        Pendapatan = harga x unit
                        Total biaya =   (biaya variable per unit x unit) + Biaya tetap

                                                                                    I = $5X - $100
                       i           
       Laba atau
       Rugi $200
                 180
                 160
                 140
                 120                                  (40,$100)
                 100
                   80
       60            (20,$0)
       40          Titik impas
       20
         0
      -20       5 10 15 20 25 30 35  40 45 50     
      -40                                                 Unit yang terjual
      -60
                  -80
                  -100               (0,-$100)
                 -120   
                 -140                                                                                                      x                                                               
                                   
Asumsi – asumsi pada Analisis Biaya Volume Laba
Grafik laba volume dan biaya volume laba yang baru diilustrasikan mengandalkan beberapa asumsi penting. Berikut beberapa dari asumsi tersebut :
1.      Analisis mengasumsikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya berbentuk linear
2.      Analisis mengasumsikan harga, total biaya tetap, dan biaya variable per unit dapat  diidentifikasikan secara akurat dan tetap konstan sepanjang tentang yang relevan
3.      Analisis mengasumsikan apa yang diprosuksi dapat dijual
4.      Untuk analisis multiproduk, diasumsikan bauran penjualan diketahui
5.      Diasumsikan harga jual dan biaya diketahui secara pasti.





Rentang yang Relevan
Merupakan gambaran mengenai hubungan biaya dan pendapatan linier yang berlaku. Dalam grafik ini mengilustrasikan rentang yang relevan dari 5.000 bingga 15.000 unit.

Hubungan CVP Kurva Linier

              $                                                        Total Biaya
           
                       
                                                                                      Total Pendapatan                                                     



                                                                                                   Unit



Rentang yang Relevan dan Hubungan CVP Linier

                                                           
            $                                                      Total biaya
                                                                                                                                                                                                                                                Total pendapatan                                                                                                       





                                                                                     Unit
                        5,000                          15,000






E.      PERUBAHAN DALAM VARIABEL CVP
Karena perusahaan beroperasi dalam dunia yang dinamis, mereka harus memperhatikan perubahan – perubahan yang terjadi dalam harga, biaya variable, dan biaya tetap. Perusahaan juga harus memperhitungkan pengaruh resiko dan ketidakpastian. Kita akan membahas pengaruh dari perubahan harga, margin kontribusi per unit, dan biaya tetap terhadap titik impas. Kita juga akan membahas cara – cara yang dapat ditempuh para manajer untuk menangani risiko dan ketidakpastian dalam kerangka CVP.

IKTISAR PENGARUH ALTERNATIF 1
                                                                                    SEBELUM                         SETELAH
                                                                             KENAIKAN IKLAN                   KENAIKAN IKLAN
Unit yang terjual .......................................                             1600                                   1725
Margin kontribusi per unit ........................                       x       $75                              x    $75
Total margin kontribusi .............................                        $120.000                             $129.375
Dikurang: Beban tetap ...............................                           45.000                                 53.000      laba ................................................                                 $75.000                               $76.375

SELISIH LABA
Perubahan volume penjualan ............................                                                                     125
Margin kontribusi per unit .................................                                                        x          $75
Perubahan margin kontribusi .............................                                                               $9.375
Dikurangi: Perubahan beban tetap .....................                                                                 8.000
            Kenaikan laba .........................................                                                                $1375
                                                                       
IKTISAR PENGARUH ALTERNATIF 2
                                                                        SEBELUM                                    DENGAN
PENURUNAN HARGA                            PENURUNAN HARGA
                                                               YANG DIUSULKAN                                YANG DIUSULKAN         
Unit yang terjual.............................                             1600                                                 1900
Margin kontribusi per unit..............                             x $75                                               x $50
Total margin kontribusi...................                       $120.000                                           $95.000
Dikurangi: Beban tetap ...................                          45.000                                             45.000
            Laba.....................................                       $ 75.000                                           $50.000
SELISIH LABA
Perubahan margin kontribusai ($95.000 - $120.000) .........................................        $(25.000)
Dikurangi: perubahan beban tetap ...................................................................                      -
            Penurunan laba ....................................................................................           $(25.000)



Memperkenalkan Risiko dan Ketidakpastian
Asumsi penting dari analisis CVP adalah harga dan biaya diketahui dengan pasti. Namun, hal tersebut jarang terjadi. Risiko dan ketidakpastian adalah bagian dari pengambilan keputusan bisnis dan bagaimananpun hal itu harus ditangani. Secara formal, risiko berbeda dengan ketidak pastian. Distribusi probabilitas variable pada risiko dapat diketahui, sedangkan distribusi probabilitas variable pada ketidakpastian tidak diketahui. Namun, pada tujuan pembahasan kita, kedua istilah tersebut akan digunakan secara bergantian.

Iktisar Pengaruh Alternatif 3
                                                                        SEBELUM                       DENGAN PENURUNAN
                                                             PERUBAHAN HARGA                               HARGA YANG
                                                               YANG DIUSULKAN                            YANG DIUSULKAN
                                                                     DAN IKLAN                      PENINGKATANIKLAN         
Unit yang terjual.............................                             1600                                                 2600
Margin kontribusi per unit..............                             x $75                                               x $50
Total margin kontribusi...................                       $120.000                                         $130.000
Dikurangi: Beban tetap ...................                          45.000                                             53.000
            Laba.....................................                       $ 75.000                                           $77.000
SELISIH LABA
Perubahan margin kontribusai ($130.000 - $120.000) .........................................      $(10.000)
Dikurangi: perubahan beban tetap ($53.000 - $45.000)........................................           8.000
            Penurunan laba .......................................................................................          $(2.000)



Margin pengaman ( margin of safety ) adalah unit yang terjual atau diharapkan terjual atau pendapatan yang dihasilkan atau diharapkan untuk dihasilkan yang melebihi volume impas.

Pengungkit Operasi, dalam ilmu fisika, alat pengungkit adalah mesin sederhana yang digunakan untuk melipatgandakan kekuatan. Pada dasarnya, pengungkit tersebut melipatgandakan kekuatan tenaga yang dikeluarkan untuk menghasilkan lebih banyak pekerjaan. Semakin besar beban yang digerakkan oleh sejumlah tertentu tenaga, semakin besar keunggulan mekanis dari alat tersebut. Dalam bidang keuangan pengungkit operasi berkaitan dengan bauran relative dari biaya tetap dan biaya variable dalam suatu organisasi. Pertukaran antara biaya tetap dengan biaya variable adalah suatu hal yang mungkin dilakukan.
Tingkat pengungkit operasi  (degree of operating leverage – DOL) untuk tingkat penjualan tertentu dapat diukur dengan menggunakan rasio margin kontribusi terhadap laba.
                        Tingkat pengungkit operasi = Margin kontribusi/laba
Analisis Sensitivitas dan CVP
Meluasnya penggunaan computer dan spreadsheet telah memudahkan para manajer melakukan analisis sensitivitas. Sebagai sebuah alat penting, analisis sensitivitas (sensitivity analysis) adalah teknik “bagaimana-jika” yang menguji dampak dari perubahan asumsi –asumsi yang mendasarinya terhadap suatu jawaban.

ANALISIS SENSITIVITAS DAN CVP

                                                                  SISTEM MANUAL         SISTEM OTEMATIS
Harga                                                             SAMA                                       SAMA
Biaya variabel                                      Relatif Lebih Tinggi                 Relatif Lebih Rendah
Biaya tetap                                          Relatif Lebih Rendah               Relatif Lebih Tinggi
Margin kontribusi                                Relatif Lebih Rendah                          Relatif Lebih  Tingi
Titik impas                                           Relatif Lebih Rendah                          Relatif Lebih Tinggi 
Margin pengaman                                Relatif Lebih Tinggi                 Relatif Lebih Rendah          
Tingkat pengungkit operasi                 Relatif Lebih Rendah                          Relatif Lebih Tinggi 
Risiko penurunan                                Relatif Lebih Rendah                          Relatif Lebih Tinggi 
Potensi kenaikan                                 Relatif Lebih Rendah                          Relatif Lebih Tinggi 


F.      ANALISIS CVP DAN PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
Analisis CVP konvensional mengasumsikan semua biaya perusahaan dapat dikelompokkan dalam dua kategori : biaya yang berubah sejalan dengan volume penjualan (biaya variabel) dan biaya yang tidak berubah (biaya tetap). Selanjutnya biaya diasumsikan sebagai fungsi linier dari volume penjualan.
Pada sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas,biaya di bagi dalam kategori berdasarkan unit dan non-unit.Penggunaan sistim perhitungan biaya berdasarkan aktivitas tidak berarrti bahwa analisis CVP kurang bermanfaat. Dalam kenyataannya, analisi CVP menjadi lebih bermanfaat karena Ia memmberikan wawasan yang lebih akurat mengenai perilaku biaya.

Persamaan biaya ABC dapat dinyatakan sebagai berikut:
Total = Biaya tetap + (Biaya variabel per Unit x Jumlah unit) + (Biaya pengaturan x Jumlah pengaturan) + (Biaya rekayasa x Jumlah jam rekayasa)

Laba operasi, seperti sebelumnya, adalah total pendapatan dikurangi total biaya.
Hal ini dinyatakan sebagai berikut:
Laba operasi = Total pendapatan – [Biaya tetap + (Biaya variabel per unit x Jumlah Unit) + (Biaya pengaturan x Jumlah Pengaturan) + (Biaya rekayasa x Jumlah jam rekayasa)]

Menggunakan pendekatan margin kontribusi untuk menghitung titik impas dalam unit. Pada impas, laba operasi adalah nol, dan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas adalah sebagai berikut:
Unit impas = [(Biaya tetap + (Biaya pengaturan x Jumlah pengaturan) + (Biaya rekayasa x Jumlah jam rekayasa)] / (Harga – Biaya variabel per unit)


Di asumsikan bahwa suatu perusahaan ingin menghitung jumlah unit yang harus dijual untuk menghasilkan laba sebelum pajak sebesar $20.000. Analisis ini didasarkan pada data berikut:


                                                                        Biaya Variabel                                    Tingkat Penggerak
Penggerak Aktivitas                                               per Unit                                        Aktivitas

Unit yang terjual                                                            $     10                                              -
Pengaturan                                                                       1.000                                              20
Jam rekayasa                                                                        30                                            1.000
Data lainnya:
            Total biaya tetap (konvensional)                                                                       $100.000
Total biaya tetap (ABC)                                                                                                    50.000
            Harga jual per unit                                                                                                       50


            Dengan menggunakan analisis CVP, jumlah yang harus terjual untuk menghasilkan laba sebelum pajak sebesar $20.000 dihitung sebagai berikut:
Jumlah unit = (Target laba + Biaya)/(Harga-Biaya variabel per unit)
 = ($20.000 + $100.000)/($20-$10)
 = $120.000/$10
 = 12.000
Dengan menggunakan persamaan ABC, jumlah unit yang harus terjual untuk menghasilkan laba operasi sebesar $20.000 dihitung sebagai berikut:
Jumlah unit = [$20.000 + $50.000 + ($1.000x20) + ($30x1.000)]/($20-$10)
 = 12.000 unit
Jumlah unit yang harus dijual adalah sama menurut kedua pendekatan.


Implikasi Strategis: Analisis CVP Konvensinal Versus Analisis ABC
Misalkan bahwa setelah di lakukan analisi CVP konvensional, departemen pemasaran menyarankan bahwa penjualan 12.000 unit mustahil di capai. Hanya 10.000 unit yang mungkin dapat terjual. Presiden direktur perusahaan kemudian memerintahkan para insinyur perancang produk mencari suatu cara mengurangi biaya pembuatan produk. Para insyinyur juga di minta untuk mempertahankan persamaan biaya konvensional, yaitu biaya tetap sebesar $ 100.000 dan biaya variabel $ 10. Biaya variabel  per unit sebesar $ 10 terdiri atas tenaga langsung, $4 ; bahan baku langsung, $5 ; dan overhead variabel , $1.
Guna memenuhi permintaan untuk mengurangi titik impas,departemen teknik memproduksi suatu rancangan baru yang membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja. Rancangan baru tersebut mengurangi biaya tenaga kerja langsung sebesar $2 per unit. Rancangan tersebut tidak akan mempengaruhi bahan baku atu overhead variabel. Dengan demikina,biaya variabel yang baru adalah $8n per unit dan titik impas adalah ssb :




Jumlah unit = biaya tetap : (harga – biaya variable per unit )
                    = $ 100.000 : ($ 20 - $ 8)
                    = 8.333 unit

Proyeksi laba jika 10.000 unit terjual dihitung sbb :
Penjualan ( $ 20 x 10.000 )                                                                 $ 200.000
Dikurangi : beban variabel ( $8 x 10.000)                                                  80.000
Margin kontribusi                                                                                $ 120.000
Dikurangi : beban tetap                                                                           100.000
            Laba operasi                                                                                $ 20.000
Satu tahun kemudian,presiden direktur mendapati bahwa peningkatan laba yang di harapkan tidak terjadi.
Sebaliknya,perusahaan mengalami kerugian,mengapa?
Jawabannya di berikan oleh pendekatan ABC pada analysis CVP.
Hubungan biaya ABC awal pada contoh tersebut adalah sbb :
Total biaya = $ 50.000 + ($ 10 x unit ) + ( $ 1000 x pengaturan) + ($ 30.000 x jam rekayasa)
Misalkan bahwa rancangan baru tersebut membutuhkan pengaturan yang lebih rumit, sehingga meningkatkan biaya per pengaturan dari $ 1000 menjadi $ 1600.
Juga misalkan bahwa rancangan baru itu, karena peningkatan kandungan teknis, membutuhkan dukungan teknik tambahan sebesar 40 persen (dari 1000 jam menjadi 1400 jam).
Persamaan biaya yabg baru, termasuk pengurangan biaya variabel tingkat unit , adalah sbb :
            Total biaya = $ 50.000 + ( $ 8 x unit ) + ($  1600 x pengaturan) + ($ 30 x jam rekayasa )
Titik impas, dengan laba operasi nol dan menggunaan persamaan ABC, dihitung sbb :
(anggap bahwa 20 pengaturan masih di lakukan)
            Jumlah unit = [ ( $ 50.00 + ($ 1600 x 20 ) + ( $ 30.000 x 1400 ) ] : ($ 20 - $ 8)
                                = $ 124.000 : $ 12
                                = 10.333 unit.

Dan laba operasi untuk 10.000 unit di hitung sbb :
(inget kembali bahwa jumlah maksimal yang dapat terjual adalh $ 10.000)
Penjualan ( $ 20 x 10.000 )                                                                                         $ 200.000
Dikurangi : beban variabel berdasarkan unit ( $ 8 x 10.000)                                          80.000
Margin kontribusi                                                                                                        $120.000        
Dikurangi : beban variabel berdasarkan non unit :
            Pengaturan ( $ 1600 x 20 )                                                          $ 32.000
            Dukungan teknik ( $ 30 x 1400 )                                                   42.000        74.000
Margin yang dapat di telusuri                                                                                       $ 46.000
Dikurangi : beban tetap                                                                                                     50.000
            (rugi) operasional                                                                                                 $ (4000)
Analisi CVP dan JIT
Variabel tingkat batch menjadi hilang ( pada sistim JIT batch-nya adalah satu unit).
Dengan demikian, persamaan biaya pada JIT dapat dinyatakan sbb :
            Total biaya = biaya tetap + ( biaya variabel per unit x jumlah unit ) + ( biaya rekayasa x jumlah jam rekayasa).
Oleh karena aplikasi JIT merupakan kasus khusus dari persamaan ABC, maka tidak ada contoh yang akan di berikan.

           


                                                                                                                       





BAB III
KESIMPULAN
Titik impas  (break-even point) adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol. Untuk pendapatan sama dengan total biaya, kita focus pada laba operasi. Pertama, kita akan membahas cara menentukan titik impas, kemudian melihat bagaimana pendekatan kita dapat dikembangkan untuk menentukan jumlah unit yang harus dijual guna menghasilkan laba yang ditargetkan.
Laba operasi (operating income) hanya mencakup pendapatan dan beban dari operasional normal perusahaan. Laba bersih (net income) adalah laba operasi dikurangi pajak penghasilan.
Margin kontribusi  (contribution margin) adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya variable. pada impas, margin kontribusi sama dengan beban tetap.
Rasio biaya variable (variable cost ratio) sebesar 60 % pada contoh ini merupakan bagian dari setiap dolar penjualan yang harus digunakan untuk menutup biaya variable. Rasio biaya variable dapat dihitung dengan menggunakan data total maupun data per unit. Tentu saja, persentase dari dolar penjualan yang tersisa setelah biaya variable tertutupi merupakan rasio margin kontribusi. Rasio margin kontribusi(contribution margin ratio) adalah bagian dari setiap dolar penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.















DAFTAR PUSTAKA
v  Hansen, Don R & Maryanne M. Mowen.Akuntansi Manajerial, edisi 8. Jakarta:Salemba.2009































COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS: A MANAGERIAL PLANNING TOOLS






NAMA KELOMPOK 3 :                                              NPM :
Gita Buwana S                                                   1110107395
Ayu Suudyasana                                                       1110107408
Santi Dwi T                                                        1110107409
Erlina Anjelina                                                   1110107429
Sisil Ayu L                                                          1110107444
    
KELAS : IV SA - 5





SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA (STIESIA) SURABAYA
2013 – 2014




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar